PROFIL KOTA TANGERANG
Gambaran Umum Wilayah
Demografi
Jumlah penduduk Kota Tangerang pada tahun 2015 sejumlah 2.047.105 penduduk yang terdiri dari 1.045.113 penduduk laki-laki dan 1.001.992 penduduk perempuan.Jumlah penduduk di Kota Tangerang sendiri mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Adapun jumlah penduduk Kota Tangerang pada 5 tahun terakhir dapat dilihat dalam grafik di bawah ini :
Ekonomi
Sosial-Budaya
Sarana-Prasarana
Kota Tangerang merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Banten yang letaknya berada di sebelah timur provinsi. Secara geografis, wilayah Kota Tangerang terletak antara 606’ – 6013’ Lintang Selatan (LS) dan 106036’ – 106042’ Bujur Timur (BT). Kota Tangerang berjarak ± 60 km dari Ibukota Provinsi Banten dan ± 27 km dari Ibukota Negara Republik Indonesia. Kota Tangerang sendiri dilewati oleh 3 daerah aliran sungai yaitu DAS Cisadane, DAS, Cirarab, dan DAS Angke. Luas wilayah Kota Tangerang adalah ± 164,55 km2 (Tidak termasuk luas Bandara Soekarno Hatta ± 19,69 km2).
Tabel Luas Daerah menurut Kecamatan di Kota Tangerang Tahun 2015
No.
|
Kecamatan
|
Luas (km2)
|
1.
|
Ciledug
|
8,77
|
2.
|
Larangan
|
9,40
|
3.
|
Karang Tengah
|
10,47
|
4.
|
Cipondoh
|
17,91
|
5.
|
Pinang
|
21,59
|
6.
|
Tangerang
|
15,79
|
7.
|
Karawaci
|
13,48
|
8.
|
Jatiuwung
|
14,41
|
9.
|
Cibodas
|
9,61
|
10
|
Periuk
|
9,54
|
11.
|
Batuceper
|
11,58
|
12.
|
Neglasari
|
16,08
|
13.
|
Benda
|
5,92
|
Jumlah
|
164,55
|
|
Sumber : Tangerang Dalam Angka 2016
Secara administratif, Kota Tangerang terdiri atas 13 kecamatan dan 104 kelurahan. Adapun batas administrasi dari Kota Tangerang adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Kecamatan Teluknaga, Kecamatan Kosambi dan Kecamatan Sepatan Timur (Kabupaten Tangerang).
- Sebelah Selatan : Kecamatan Curug dan Kecamatan Kelapa Dua (Kabupaten Tangerang) serta Kecamatan Serpong Utara dan Kecamatan Pondok Aren (Kota Tangerang Selatan).
- Sebelah Barat : Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Cikupa (Kabupaten Tangerang).
- Sebelah Timur : Kota Administrasi Jakarta Barat dan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta).
Peta Administrasi Wilayah Kota Tangerang
Sumber : http://petatematikindo.wordpress.com/
Berdasarkan BMKG Kota Tangerang, suhu udara Kota Tangerang di tahun 2015 berkisar antara 24,30C-32,60C. Kecepatan angin di Kota Tangerang pada tahun 2015 berkisar 3,3 knot. Adapun rata-rata curah hujan yang terjadi di Kota Tangerang pada tahun 2015 adalah 147,5 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Agustus-September dimana curah hujan mencapai 8.888 mm. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli yaitu 0 mm dikarenakan tidak terjadi hujan pada bulan Juli. Adapun kelembaban Kota Tangerang pada tahun 2015 berkisar 77,2%.
Gambaran konstelasi wilayah dalam lingkup wilayah yang lebih luas
Kota Tangerang ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) termasuk Kepulauan Seribu dalam RTRW Nasional yang diprioritaskan pengembangannya dalam skala nasional. Fungsi dari Kota Tangerang adalah sebagai kota industri, perdagangan dan jasa, permukiman, pendidikan, serta pariwisata.
Kota Tangerang juga ditetapkan sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kawasan Perkotaan Tangerang dan Tangerang Selatan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional, atau beberapa provinsi dalam RTRW Provinsi Banten yang diprioritaskan pengembangannya dalam skala Provinsi Banten. Adapun pengembangan yang dimaksud dalam kegiatan industri, jasa, perdagangan, pertanian, dan permukiman/perumahan.
Fungsi utama dan pendukung yang diarahkan
Fungsi utama dari Kota Tangerang sendiri adalah sebagai pusat industri, perdagangan dan jasa, serta permukiman/perumahan dalam skala nasional, provinsi, mauoun regional. Yang kemudian tertuang pada rencana pelayanan kota di RTRW RTRW Kota Tangerang pada tahun 2012-2032. Kota Tangerang terbagi atas pusat pelayanan kota, sub pusat pelayanan kota, dan pusat lingkungan. Pusat pelayanan kota adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau administrasi yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional. Sub pusat pelayanan kota adalah pusat pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau administrasi yang melayani sub wilayah kota. Sedangkan pusat lingkungan adalah pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau administrasi lingkungan kota. Adapun rencana pusat pelayanan Kota Tangerang pada tahun 2014-2019 berdasarkan RTRW Kota Tangerang pada tahun 2012-2032 adalah sebagai berikut :
Pusat Pelayanan Kota (PPK)
|
|||
PPK I
|
Pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional
|
Kecamatan Tangerang
|
|
PPK II
|
Perdagangan dan jasa dengan skala regional dan perumahan kepadatan menengah tinggi
|
Kecamatan Cibodas
|
|
PPK III
|
Perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional dan perumahan kepadatan menengah rendah
|
Kecamatan Pinang
|
|
PPK IV
|
Perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan regional, perumahan kepadatan menengah rendah
|
Kecamatan Cibodas
|
|
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK)
|
|||
SPPK I
|
Perdagangan dan jasa, , perumahan kepadatan tinggi, perumahan kepadatan menengah industri konveksi/ tekstil skala kecil dan rumah tangga
|
Kecamatan Ciledug
|
|
SPPK II
|
Sebagai perdagangan dan jasa, perumahan kepadatan menengah tinggi, dan industri terpadu berwawasan lingkungan
|
Kecamatan Periuk
|
|
SPPK III
|
Penunjang kegiatan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, industri kecil dan menengah yang ramah lingkungan dan perumahan kepadatan rendah
|
Kecamatan Benda
|
|
Pusat Lingkungan (PL)
|
|||
PL I
|
Pemerintahan, perdagangan dan jasa skala kecamatan, perumahan, dan ruang terbuka hijau
|
Kelurahan Kreo Kecamatan Larangan
|
|
PL II
|
Kelurahan Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah
|
||
PL III
|
Kelurahan Batuceper Kecamatan Batuceper
|
||
PL IV
|
Kelurahan Neglasari Kecamatan Neglasari
|
||
PL V
|
Kelurahan Cimone Kecamatan Karawaci
|
||
PL VI
|
Kelurahan Jatake Kecamatan Jatiuwung
|
||
Sumber : RTRW Kota Tangerang Tahun 2012-2032
Fungsi pendukung dari Kota Tangerang sendiri adalah untuk kegiatan pariwisata. Kota Tangerang sendiri memiliki jumlah museum dan bangunan bersejarah lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yanga ada di Kota Tangerang. Selain itu, Kota Tangerang memiliki beberapa lokasi obyek wisata baik wisata alam, rohani, maupun buatan. Namun sayangnya, obyek-obyek wisata tersebut belum dikelola secara optimal dan profesional.
Kondisi Eksisting
Jumlah penduduk Kota Tangerang pada tahun 2015 sejumlah 2.047.105 penduduk yang terdiri dari 1.045.113 penduduk laki-laki dan 1.001.992 penduduk perempuan.Jumlah penduduk di Kota Tangerang sendiri mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Adapun jumlah penduduk Kota Tangerang pada 5 tahun terakhir dapat dilihat dalam grafik di bawah ini :
Sumber : Tangerang Dalam Angka Tahun 2016
Selurus dengan pertambahan jumlah penduduk, kepadatan jumlah penduduk juga mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun 2013, kepadatan penduduk mencapai 9,447 kepadatan/km2 kemudian naik 0,0453 kepadatan/km2 menjadi 9,900 kepadatan/km2 pada tahun 2014. Lalu naik 1,011 kepadatan/km2 menjadi 10,911 kepadatan/km2 di tahun 2015. Adapun grafik kepadatan penduduk di Kota Tangerang dapat dilihat di bawah ini :
Sumber : Tangerang Dalam Angka Tahun 2016
Masyarakat Kota Tangerang bersifat heterogen dengan jenis mata pencaharian yang bervariasi. Sebagian besar penduduk mempunyai mata pencaharian di sektor industri (30,50%), perdagangan (25.62%) dan jasa (20,06%).
Sumber utama perekonomian Kota Tangerang berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 32,73%, menyusul transportasi dan pergudangan sebesar 28,88%, dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,49%. Ketiga sektor ini menguasasi hampir 75% kegiatan ekonomi dan dapat dipastikan bahwa sektor tersebut memberikan kontribusi utama pada pendapatan asli daerah. PDRB Kota Tangerang atas dasar berlaku tahun 2015 adalah sebesar 126.119,12 miliar rupiah. PDRB tersebut meningkat 13,85 persen dari tahun 2014.
Sumber : Tangerang Dalam Angka Tahun 2016
Pada bagian tenaga kerja di atas juga telah disebutkan bahwa sekitar 75% angkatan kerja yang ada di Kota Tangerang bergerak di sektor industri, perdagangan, dan jasa. Hal ini selaras dengan kondisi perekonomian daerah yang mengandalkan sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja banyak.
Mayoritas masyarakat di Kota Tangerang menganut agama Islam yaitu sebanyak 1.567.461 penduduk. Yang kemudian disusul oleh penganut agama Kristen sebanyak 103.233. Pada urutan ketiga adalah penganut agama Budha sebanyak 72.920 penduduk dan pada urutan keempat adalah agama Katolik sebanyak 48.041. Adapun tabel penduduk menurut agama pada tahun 2015 dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel Jumlah penganut Agama di Kota Tangerang Tahun 2015
No
|
Agama
|
Jumlah penganut (penduduk)
|
1.
|
Islam
|
1.567.461
|
2.
|
Kristen
|
103.233
|
3.
|
Katolik
|
48.041
|
4.
|
Hindu
|
2.982
|
5.
|
Budha
|
72.920
|
6.
|
Konghuchu
|
497
|
7.
|
Lainnya
|
302
|
Sumber : Tangerang Dalam Angka Tahun 2016
Di Kota Tangerang, persentase penduduk miskin Kota Tangerang dalam kurun waktu Tahun 2009-2012 mengalami fluktuasi dan berada pada kisaran angka antara 6%. Namun, pada tahun 2013, persentase penduduk miskin mengalami penurunan yaitu pada 5,36%. Walaupun demikian, upaya pengentasan kemiskinan harus segera dilakukan agar jumlah dari penduduk miskin tidak semakin meningkat.
Tabel Data Kemiskinan Penduudk Kota Tangerang Tahun 2009-2013
Sumber : RPJMD Kota Tangerang tahun 2014-2019
Berbeda dengan angka kemiskinan di Kota Tangerang yang menurun, tingkat kejahatan yang terjadi di Kota Tangerang juga mengalami kenaikan khusunya dari tahun 2013 ke tahun 2014 dimana kenaikan mencapai 2 kali lipat dari tindak pidana di tahun 2013. Yang awalnya 883 tindak pidana menjadi 1.886 tindak pidana pada tahun 2014. Tindak kejahatan pada tahun 2015 pun mengalami kenaikan sebanyak 60 tindak pidana dari tahun sebelumnya. Tidnak pidana yang marak terjadi di Kota Tangerang adalah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dan narkotika.
Tabel Jumlah Tindak Kejahatan yang Terjadi menurut Jenis Kejahatan di Kota Tangerang Tahun 2015
Sumber : Tangerang Dalam Angka 2016
Tingkat penggangguran terbuka di Kota Tangerang tergolong tinggi pada tahun 2009 yaitu mencapai 15,8%. Namun seiring berjalannya waktu, tingkat penggangguran terbuka di Kota Tangerang mengalami penurunan. Berikut adalah tabel mengenai tingkat penggangguran terbuka di Kota Tangerang pada tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut :
Tabel Tingkat Penggangguran Terbuka di Kota Tangerang pada Tahun 2009-2013
Sumber : RPJMD Kota Tangerang tahun 2014-2019
Sarana Pendidikan
Fasilitas pendidikan di Kota Tangerang tergolong cukup lengkap. Fasilitas pendidikan juga sudah merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat Kota Tangerang. Pada tahun ajaran 2015/2016, Sekolah Dasar di Kota Tangerang terdiri dari 341 sekolah negeri dan 133 sekolah swasta. Untuk SMP, Kota Tangerang memiliki 23 sekolah negeri dan 154 sekolah swasta. Untuk SMA, Kota Tangerang memiliki 15 sekolah negeri dan 66 sekolah swasta. Untuk SMK, Kota Tangerang memiliki 8 swkolah negeri dan 109 sekolah swasta. Mayoritas fasilitas pendidikan di Kota Tangerang didirikan oleh pihak swasta.
Sarana Kesehatan
Tingkat usia harapan hidup di Kota Tangerang dalam kurun waktu Tahun 2009-2012 menunjukkan kenaikan secara terus menerus dari 68,33 tahun pada Tahun 2009 menjadi 68,41 tahun pada Tahun 2012. Namun pada tahun 2013, tingkat usia harapan hidup mengalami penurunan menjadi 68,44 tahun.
Sumber : RPJMD Kota Tangerang tahun 2014-2019
Air Bersih
Kebutuhan air bersih di Kota Tangerang disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang penyediaannya diambil dari aliran sungai besar dan kecil yang berada di Kota Tangerang. Selain untuk persediaan air permukaan, air PDAM juga menyediakan air untuk kebutuhan kegiatan industri.
Gambaran Potensi dan Permasalahan
Potensi
Adapun potensi yang ada di Kota Tangerang berdasarkan RPJPD Tahun 2014-2018 adalah sebagai berikut :
- Kota Tangerang memiliki letak dan kondisi geografis yang strategis yaitu berdekatan dengan Kota Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia (± 27 km).
- Tersedianya sistem jaringan transportasi terpadu dengan kawasan Jabodetabek.
- Kota Tangerang memiliki aksesbilitas yang baik terhadap simpul transportasi berskala nasional dan internasional, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.
- Penetapan Kota Tangerang sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur termasuk Kepulauan Seribu dalam RTRW Nasional yang diprioritaskan pengembangannnya dalam skala nasional.
- Penetapan Kota Tangerang sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kawasan perkotaan Tangerang dan Tangerang Selatan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional, atau beberapa provinsi dalam RTRW Provinsi Banten yang diprioritaskan pengembangannya dalam skala Provinsi Banten.
- Adanya rencana pengembangan sistem transportasi terpadu dengan daerah yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dalam RTRW Provinsi DKI Jakarta.
Adapun permasalahan pokok yang terjadi di Kota Tangerang adalah sebagai berikut :
- Ledakan penduduk
Pesatnya perkembangan Kota Jakarta sebagai Ibukota Negara telah menyebabkan ledakan penduduk yang berdamapak pada perpindahan penduduk dari Kota Jakarta ke Kota Tangerang. Hal ini telah menimbulkan terjadinya ekspansi pemanfaatan lahan untuk permukiman di Kota Tangerang. Pesatnya pertumbuhan permukiman akibat besarnya migrasi penduduk Kota Jakarta ke Kota Tangerang itulah yang berimplikasi pada peningkatan kebutuhan prasarana dan sarana serta fasilitas perkotaan di kota Tangerang.
- Banjir
- Jumlah penduduk yang besar
Jumlah penduduk Kota Tangerang pada tahun 2015 sebanyak 2.047.105 penduduk dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,62% pada tahun 2010-2015. Jumlah penduduk yang besar ini berimplikasi pada peningkatan kebutuhan prasarana dan sarana serta fasilitas perkotaan di Kota Tangerang. Selain itu, jumlah penduduk yang besar juga berimplikasi pada peningkatan kebutuahn perluasan kesempatan kerja atau lapangan kerja.
- Ketimpangan daerah
- Kemiskinan
Persentase penduduk miskin Kota Tangerang dalam kurun waktu Tahun 2009-2012 mengalami fluktuasi dan berada pada kisaran angka antara 6-7%. Hal ini menunjukkan bahwa perlu peningkatan upaya pengentasan kemiskinan agar persentase penduduk miskin tersebut dapat ditekan.
- Penggangguran
Selama kurun waktu Tahun 2009-2012, rata-rata nilai Tingkat Penggangguran terbuka (TPT) Kota Tangerang sebesar 12,57%. Hal ini menandakan bahwa selama Tahun 2009-2012 secara rata-rata di antara 100 orang yang termasuk angkatan kerja, terdapat 13 orang yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
- Kota Tangerang memiliki keunggulan jumlah museum dan bangunan bersejarah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten namun sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal.
- Kurang optimalnya prasarana dan sarana serta fasilitas di sektor pendidikan dan kesehatan serta sistem transportasi.
Potensi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut
Melihat kontribusi nyata sektor PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), dikaitkan dengan potensi ruang, maka Kota Tangerang mempunyai beberapa kawasan strategis yang mempunyai nilai ekonomis untuk dikembangkan antara lain sebagai berikut (berdasarkan RPJMD Kota Tangerang tahun 2014-2018):
- Industri
- Jasa Perdagangan
- Pariwisata dan Jasa Pendukungnya
Kota Tangerang memiliki beberapa lokasi obyek wisata baik wisata alam, rohani, maupun buatan. Obyek-obyek wisata tersebut belum dikelola secara optimal dan profesional. Untuk itu perlu terus didorong pengelolaannya, bukan saja semata-mata untuk kepentingan ekonomi, namun juga dalam rangka konservasi cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang penting bagi perjalanan perkembangan Kota Tangerang. Di sisi lain dengan potensi wisata yang dimiliki Kota Tangerang, apabila dikelola dengan baik dan atraktif maka dapat mendorong tumbuhnya arus wisatawan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi wilayah.
- Perikanan
Banyaknya situ/rawa di Kota Tangerang dan masih luasnya kolam/tebat/empang yang ada (mengalami peningkatan sebanyak 95,05 Ha dari tahun 2010 ke tahun 2011) merupakan potensi yang cukup baik untuk dikembangkan. Besarnya permintaan ikan air tawar untuk konsumsi dan ikan hias untuk ekspor merupakan pangsa pasar yang harus ditangkap oleh Masyarakat Kota Tangerang. Petani ikan tradisional yang memiliki kekurangan dalam hal teknologi dan permodalan perlu difasilitasi oleh pemerintah Kota Tangerang sehingga mampu bersaing dan memberikan kontribusi dalam pengembangan ekonomi wilayah.
- Pertanian
Dilihat dari sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kota Tangerang, sumbangan sektor pertanian cenderung kecil. Namun demikian untuk kecamatan tertentu seperti Kecamatan Neglasari yang masih memiliki lahan sawah dan beberapa kecamatan lain yang memiliki lahan kering dapat dikembangkan untuk kegiatan sektor pertanian dalam arti luas. Cepatnya alih fungsi lahan harus diantisipasi oleh pemerintah Kota Tangerang dengan mengarahkan dan memberdayakan petani untuk dapat bertani secara modern. Jika produk padi sulit dipertahankan, maka produk palawija dan hortikultura dapat dikembangkan dengan menggunakan teknologi maju. Bahkan untuk tanaman hortikultura perlu terus didorong, agar selain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah, juga dapat berfungsi sebagai Hutan Terbuka Hijau/Taman Hutan Kota.
Referensi
RTRW Kota Tangerang Tahun 2012-2032
RPJMD Kota Tangerang Tahun 2014-2019
Tangerang Dalam Angka Tahun 2016
http://petatematikindo.wordpress.com/
Diposting oleh :
Friska Hadi Noviani
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS
NRP : 3615100010
Friska Hadi Noviani
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS
NRP : 3615100010









Tidak ada komentar:
Posting Komentar